• Tentang
  • Publikasi
  • Berita & Artikel
  • Program
  • Menjadi Member
  • id
    Loading...
    id
    Loading...
      Kembali ke daftar artikel

      Bagikan

      PNM dan Pemberdayaan Perempuan

      PT PNM sebagai lembaga yang memberi wadah bagi perempuan Indonesia agar bisa mandiri secara ekonomi dan sosial.

      Redaksi IAEI

      Ditulis oleh Redaksi IAEI

      21 April 2026
      15 Mnt Baca
      Bisnis dan UMKM

      Setiap kali memasuki bulan April, ruang publik kerap dipenuhi dengan nuansa reflektif mengenai sejarah perjuangan kesetaraan gender di Indonesia. Tanggal 21 April, yang merujuk pada hari lahir Raden Ajeng Kartini di Jepara tahun 1879, telah lama ditetapkan melalui Keputusan Presiden No. 108 Tahun 1964 sebagai momentum nasional untuk mengenang visi besar sang pelopor emansipasi.

      Namun, jika kita telusuri surat-suratnya dalam Habis Gelap Terbitlah Terang, Kartini punya keresahan bagaimana agar perempuan bisa punya otonomi atas dirinya sendiri melalui pendidikan. Dia percaya bahwa perempuan yang berpendidikan adalah kunci untuk melahirkan generasi yang lebih baik. Menariknya, visi ini menjadi sebuah kenyataan dalam kebijakan pembangunan nasional kita beberapa dekade kemudian.

      Tepat pada Mei 1999, pemerintah turut mengambil langkah dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 1999. Inilah titik awal berdirinya PT PNM (Persero), sebuah lembaga yang diberi mandat khusus untuk menjadi penggerak ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan koperasi dan usaha kecil menengah. Semangatnya sejalan dengan apa yang dulu diperjuangkan Kartini, yaitu memberi wadah bagi masyarakat, khususnya perempuan, agar bisa mandiri secara ekonomi dan sosial.

      Di lapangan, implementasi mandat ini terwujud dalam ekosistem yang sangat hidup. Di Bojonegoro contohnya, banyak warga menyebut pertemuan para nasabah PNM sebagai sekolah. Di sana, para ibu tidak hanya mendapatkan akses pembiayaan mikro, tetapi juga ruang belajar melalui pertemuan kelompok mingguan yang dikenal sebagai program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU). Di ruang-ruang inilah, transformasi mental terjadi yang awalnya ibu rumah tangga menjadi pahlawan ekonomi keluarga.

      Kita bisa melihat bukti nyatanya pada Ibu Ani Juwariyah di Samarinda. Sebagai penyandang disabilitas, beliau membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk memiliki usaha roti yang menghidupi keluarga. Dukungan yang ia terima selain dari modal finansial, ialah juga pendampingan berkelanjutan yang menguatkan mental dan jejaring sosialnya. Begitu juga dengan Ibu Hikayati di Serang, yang mampu menjaga keseimbangan antara pengabdiannya sebagai guru madrasah dengan menjalankan usaha kecil demi masa depan anak-anaknya.

      Dampak dari gerakan pemberdayaan ini ternyata memiliki efek domino yang luar biasa. Hingga saat ini, ada sekitar 22,7 juta nasabah atau keluarga yang telah diberdayakan melalui akses modal dan bimbingan usaha. Yang lebih membanggakan, perjuangan ini diteruskan oleh generasi muda seperti Jeni Adilasari. Terinspirasi dari ibunya yang ikut tergabung dalam PNM, Jeni kini mendedikasikan dirinya sebagai Account Officer (AO) untuk mendampingi ibu-ibu prasejahtera lainnya di pelosok negeri.

      Pada akhirnya, merayakan Hari Kartini di masa kini adalah tentang mendukung setiap langkah perempuan untuk berani bermimpi dan mandiri. Memberdayakan satu perempuan berarti kita sedang berinvestasi pada kesejahteraan satu keluarga, komunitas, hingga kemajuan ekonomi Indonesia secara keseluruhan. Melalui sinergi antara kebijakan yang kuat dan semangat pantang menyerah dari para perempuan di lapangan, nyala api yang dulu dinyalakan Kartini akan terus terang benderang, membawa kita keluar dari kegelapan menuju masa depan yang lebih inklusif.

      Dapatkan Artikel Offline

      Artikel Lainnya

      Lihat Semua Artikel

      Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI)

      Gedung Dhanapala Lt. 2 Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Jl. Dr. Wahidin No. 1, Senen Raya, Jakarta Pusat 10710

      [email protected]
      (021) 384 0059 WA +62851 6324 0059

      Situs Terkait

      Loading...

        Copyright © 2026 DPP IAEI - Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia. All rights reserved.

        FAQ Kebijakan Privasi