Dalam upaya memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi syariah global, Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) menyelenggarakan Kajian Roundtable Series bertema “Sinergi Global Ekonomi Syariah: Strategi Riset untuk Inovasi dan Pertumbuhan Inklusif Berkelanjutan.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 16 April 2026 secara virtual melalui platform Zoom Meeting dan menghadirkan akademisi, praktisi, serta pemangku kebijakan dari berbagai latar belakang.
Ketua Harian IAEI, Muhammad Syakir Sula, membuka acara dan menekankan pentingnya kolaborasi yang lebih erat antara akademisi dan praktisi industri dalam mendorong kemajuan ekonomi syariah di Indonesia. Menurutnya, berbagai tantangan yang masih dihadapi, khususnya di sektor asuransi dan perbankan syariah, memerlukan dukungan riset yang kuat agar dapat diterjemahkan menjadi solusi yang implementatif.
“Penguatan peran penelitian menjadi kunci dalam menjembatani kesenjangan antara pengembangan konsep dan kebutuhan praktik di lapangan, sehingga ekonomi syariah dapat tumbuh lebih optimal dan berkelanjutan,” ujar Syakir Sula.
Sementara itu, Murniati Mukhlisin, Ketua Bidang Komunikasi Strategis dan Kerjasama Internasional IAEI sekaligus Guru Besar Universitas Tazkia, menegaskan pentingnya standarisasi global dalam ekonomi dan keuangan syariah guna meningkatkan daya saing serta memperkuat integrasi lintas negara. Ia juga menyoroti urgensi penyusunan agenda riset global yang lebih terarah, khususnya pada pengembangan ekonomi Islam digital dan keuangan sosial. “Ekonomi syariah kini telah berevolusi menjadi bagian dari gaya hidup utama masyarakat Muslim, yang tercermin dari meningkatnya ketersediaan produk halal dan berkembangnya institusi pendidikan berbasis Islam,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komite Komunikasi Strategis IAEI, Nur Hasan Murtiaji, menyoroti sejumlah tantangan dalam pengembangan keuangan Islam, seperti integrasi aspek sosial dan lingkungan yang belum optimal, kesenjangan regulasi, serta keterbatasan inovasi berbasis riset. Namun demikian, ia melihat peluang besar dari pertumbuhan populasi Muslim global dan akselerasi digitalisasi ekonomi. Ia menekankan pentingnya kampanye global yang sistematis dan pemanfaatan platform media digital, sosial, dan komunitas untuk memperkuat literasi serta adopsi ekonomi syariah secara lebih luas.
Hurriyah El Islamy, dari Komite Komunikasi Strategis IAEI dan CEO Founder HGC Firm, menekankan pentingnya kolaborasi riset internasional dalam mendorong inovasi ekonomi syariah. Ia menguraikan sejumlah model kolaborasi, seperti konsorsium riset, hub-and-spoke, co-creation, serta platform digital, sebagai pendekatan strategis dalam membangun kemitraan lintas negara. Menurutnya, kolaborasi global perlu didasarkan pada prinsip keadilan, interoperabilitas kelembagaan, serta keberlanjutan agar dapat menghasilkan dampak yang lebih luas.
Selanjutnya, Asri Noer Rahmi dari Komite Kerjasama Internasional IAEI dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia menegaskan pentingnya inovasi berbasis riset melalui sinergi antara peneliti, industri, pemerintah, dan akademisi. Ia menyoroti perlunya mekanisme hilirisasi riset yang lebih efektif agar hasil penelitian dapat diimplementasikan secara nyata dan memberikan nilai tambah bagi pengembangan ekonomi syariah.
Forum ini menjadi ruang strategis untuk mendorong kolaborasi internasional yang lebih terarah, khususnya dalam penguatan riset sebagai fondasi utama inovasi dan pengembangan industri ekonomi syariah. Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, integrasi antara riset, kebijakan, dan praktik industri dinilai semakin krusial untuk menghasilkan solusi yang berdampak nyata dan berkelanjutan.



