• Tentang
  • Publikasi
  • Berita & Artikel
  • Program
  • Menjadi Member
  • id
    Loading...
    id
    Loading...
      Kembali ke daftar berita

      Bagikan

      Ketua Umum: IAEI Dorong Integrasi Pasar Ekonomi Islam Global melalui Forum B57+ Indonesia Economic Summit

      Ketua Umum memaparkan peran strategis Indonesia sebagai penghubung pasar ekonomi Islam global, dan menekankan pentingnya integrasi pasar dunia Islam melalui penguatan konektivitas, perdagangan, dan investasi lintas negara.

      Secretariat

      Ditulis oleh Secretariat

      4 Februari 2026
      15 Mnt Baca

      Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) sekaligus Menteri Agama RI, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., menjadi pembicara dalam forum internasional Multilateral Business Roundtable Indonesia–B57+ (Business 57+), Indonesia Economic Summit 2026 pada Rabu, 4 Februari 2026 di Shangri La Hotel, Jakarta.

      Ketua Umum memaparkan peran strategis Indonesia sebagai penghubung pasar ekonomi Islam global, dan menekankan pentingnya integrasi pasar dunia Islam melalui penguatan konektivitas, perdagangan, dan investasi lintas negara.

      “Hari ini kita berkumpul dalam forum yang sangat penting, Forum Multilateral Business Roundtable Indonesia-B57+, sebuah ruang strategis untuk memperkuat integrasi pasar melalui konektivitas, perdagangan, dan investasi di dunia Islam. Indonesia berdiri di garis depan dalam upaya ini, bukan karena klaim semata, tetapi karena capaian nyata yang diakui secara internasional,” kata Prof Nasaruddin di acara Multilateral Business Roundtable Indonesia–B57+, Indonesia Economic Summit 2026.

      Dalam Global Islamic Economy Indicator (GIEI) 2024/2025, Indonesia mempertahankan peringkat ketiga dunia di bawah Malaysia dan Arab Saudi. Ketua Umum menilai inisiatif B57+ sejalan dengan prinsip ekonomi Islam yang menekankan keadilan, kerja sama, dan keterkaitan dengan sektor riil.

      Prof. Nasaruddin menyampaikan, kontribusi industri halal terhadap perekonomian nasional terus menguat. Pada triwulan III 2025, Halal Value Chain (HVC) berkontribusi sebesar 27,34 persen atau setara Rp4.832 triliun terhadap Produk Domestik Bruto. Pemerintah juga memprioritaskan digitalisasi sertifikasi halal melalui sistem SIHALAL, yang hingga Desember 2025 telah mencatat akumulasi 10,99 juta produk tersertifikasi halal.

      “Ekonomi halal merupakan salah satu penggerak penting perekonomian Indonesia. Dengan basis pasar yang besar dan terintegrasi dari hulu ke hilir, ekonomi halal mampu mendorong pertumbuhan, memperluas akses pembiayaan, serta meningkatkan daya saing Indonesia dalam rantai nilai global,” ujar Prof. Nasaruddin.

      Selain sektor riil, kinerja keuangan syariah nasional yang terus menunjukkan tren positif.  Pangsa pasar keuangan syariah Indonesia mencapai 30,3% dari total aset keuangan nasional (per Oktober 2025, KNEKS). Indonesia juga menjadi destinasi investasi halal terbesar di dunia.

      "Sepanjang 2023, tercatat sekitar 40 transaksi investasi halal dengan nilai mencapai USD 1,6 miliar, mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap ekosistem ekonomi halal Indonesia serta besarnya potensi kolaborasi lintas negara," kata Ketua Umum.

      Prof. Nasaruddin juga menyampaikan bahwa keketuaan Indonesia sebagai Ketua D-8 periode 2026–2027 akan dimanfaatkan untuk memperluas diplomasi ekonomi halal dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global produk halal. “Indonesia tidak sekadar menjadi pemain dalam ekonomi Islam global, kita ingin menjadi mitra yang menghubungkan pasar, memfasilitasi investasi, dan membuka peluang baru bagi kemakmuran bersama bangsa-bangsa Islam dan masyarakat global secara luas," pungkasnya.

      Forum ini juga dihadiri sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan lintas sektor, di antaranya Sofyan A. Djalil selaku CEO Indonesia Business Council, Arsjad Rasjid selaku Founder and Chairman Sriwijaya Capital sekaligus Ketua Dewan Pembina Indonesia Business Council, Islamic Chamber of Commerce and Development (ICCD), serta para delegasi dari berbagai negara.

      Dapatkan Berita Offline

      Berita Lainnya

      Lihat Semua Berita
      Muktamar V IAEI Tetapkan Sri Mulyani Indrawati, Ketua Umum Terpilih Periode 2025-2030

      17 Mei 2025

      Buka Gelaran ICONZ ke-9, Ketua Umum IAEI: Dorong Hasilkan Rekomendasi Kebijakan Strategis yang Berdampak

      10 Desember 2025

      IAEI Gelar Seminar Optimalisasi Bisnis UMKM Berdaya Saing Global

      27 Juni 2023

      Pengurus IAEI Audiensi dengan Kawasan Industri Halal Sidoarjo dan Kampung InTan

      15 Agustus 2022

      Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI)

      Gedung Dhanapala Lt. 2 Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Jl. Dr. Wahidin No. 1, Senen Raya, Jakarta Pusat 10710

      [email protected]
      (021) 384 0059 WA +62851 6324 0059

      Situs Terkait

      Loading...

        Copyright © 2026 DPP IAEI - Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia. All rights reserved.

        FAQ Kebijakan Privasi