Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) bersama Universitas Gunadarma dorong ketahanan ekonomi syariah Indonesia di tengah dinamika ekonomi global melalui Seminar Nasional Resiliensi Ekonomi Syariah Menghadapi Dinamika Global yang diselenggarakan bersama Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah dan beberapa Komisariat Jakarta Raya di Auditorium Kampus F8 Universitas Gunadarma, Jakarta, Kamis (20/8).
Prof. Mukhamad Najib selaku Wakil Sekretaris Jenderal IAEI, dan Direktur Kelembagaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, menegaskan pentingnya membangun ekonomi syariah yang tidak hanya mampu bertumbuh, tetapi juga memiliki daya tahan menghadapi perubahan global. “Pertanyaannya bukan hanya seberapa cepat ekonomi syariah bertumbuh, tetapi seberapa tangguh ekonomi syariah terhadap dunia yang lebih adil, inklusif, dan resilien,” ujar Prof. Najib.
Menurutnya, salah satu sumber kekuatan fundamental ekonomi syariah terletak pada prinsip keadilan. “Ekonomi syariah tidak semata-mata berorientasi pada transaksi dan kebutuhan finansial yang hanya berorientasi profit, namun juga memiliki keterkaitan erat dengan sektor riil dan kemaslahatan masyarakat” tegasnya.
Dalam sesi seminar, para narasumber menekankan pentingnya memperkuat posisi ekonomi syariah sebagai bagian integral dari ekosistem ekonomi nasional. Prof. Muhammad Nur Rianto Al Arif menyoroti perlunya respons terhadap dinamika ekonomi global dan tantangan domestik, sementara Mahaning Riyana menekankan peran inovasi teknologi dan fintech dalam memperkuat efisiensi serta konektivitas. Sejalan dengan itu, Prof. R.R. Dharma Tintri Ediraras mendorong perubahan paradigma agar ekonomi syariah tidak berhenti pada aspek kepatuhan, tetapi terintegrasi dalam kebijakan dan praktik ekonomi secara lebih luas.




