• Tentang
  • Publikasi
  • Berita & Artikel
  • Program
  • Menjadi Member
  • id
    Loading...
    id
    Loading...
      Kembali ke daftar berita

      Bagikan

      Kabid SDM IAEI Soroti Kesenjangan Kompetensi Sebagai Tantangan SDM Ekonomi Syariah

      Pengembangan industri ekonomi dan keuangan syariah harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas SDM

      Secretariat

      Ditulis oleh Secretariat

      2 September 2026
      10 Mnt Baca

      Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) menilai kesenjangan kompetensi dan kebutuhan industri masih menjadi tantangan utama dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Dari lebih dari 900 program studi ekonomi syariah di Indonesia yang menghasilkan puluhan ribu lulusan setiap tahun, industri disebut baru menyerap sekitar 10–15 persen lulusan. Hal tersebut disampaikan Ketua Bidang Pengembangan SDM Ekonomi dan Keuangan Syariah, Prof. Euis Amalia dalam Webinar Ready to Compete: SDM Ekonomi Syariah Indonesia di Tengah Persaingan Global, yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom, Selasa (1/9).

      Menurut Prof. Euis Amalia, pengembangan industri ekonomi dan keuangan syariah harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas SDM. Kesenjangan tersebut dipengaruhi mismatch antara kurikulum perguruan tinggi dan kebutuhan dunia kerja, yang masih perlu diperkuat mencakup soft skill, teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), kemampuan bahasa, serta pemahaman terhadap standar internasional di bidang banking and finance.

      Prof. Euis menilai SDM ekonomi syariah ke depan perlu memiliki tiga kompetensi utama yang saling melengkapi. Pertama, kompetensi teknis dan digital; Kedua, wawasan global, terutama kemampuan memahami perkembangan dan standar internasional; Ketiga, integritas dan moralitas yang mencakup sikap amanah, kejujuran, serta orientasi kemaslahatan. 

      IAEI mendorong penguatan link and match antara perguruan tinggi dan industri, melalui penyusunan peta okupasi dan standar kompetensi kerja ekonomi syariah. “Link and match tidak berarti kampus harus tunduk sepenuhnya pada permintaan industri. Kampus tetap wajib menjaga marwah keilmuan, nalar kritis dan kedalaman fikih muamalah, sembari tetap responsif terhadap dinamika pasar,” tegas Prof. Euis.

      Penguatan SDM merupakan bagian penting dari agenda pembangunan ekonomi syariah Indonesia. Karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, regulator, asosiasi profesi, dan lembaga sertifikasi diperlukan agar lulusan ekonomi syariah tidak hanya memiliki pemahaman akademik, tetapi juga kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri dan mampu bersaing di tingkat global.

      Berita Lainnya

      Lihat Semua Berita
      DPW IAEI Kalsel Siapkan Lima Program Strategis Perkuat Ekonomi Syariah Daerah

      11 Agustus 2026

      Indonesia Catat Rekor Penerbitan Sukuk Global Terbesar di Asia Tenggara

      25 November 2024

      Kontribusi dan PR Ekonomi Syariah Ke Depan

      3 September 2024

      IAEI NTB Gelar Pelantikan Pengurus dan Seminar Pembiayaan Syariah Infrastruktur Indonesia yang Berkelanjutan

      7 Maret 2022

      Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI)

      Gedung Dhanapala Lt. 2 Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Jl. Dr. Wahidin No. 1, Senen Raya, Jakarta Pusat 10710

      dpp@iaei.or.id
      (021) 384 0059 WA +62851 6324 0059

      Situs Terkait

      Loading...

        Copyright © 2026 DPP IAEI - Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia. All rights reserved.

        FAQ Kebijakan Privasi