Mataram, 22 Januari 2022 - Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Nusa Tenggara Barat (NTB) sukses menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-4. Acara ini diselenggarakan pada Kamis, 22 Januari 2026, di Aula Training Center Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram dan dihadiri oleh para Dekan fakultas ekonomi dan bisnis Islam se-NTB, serta perwakilan pengurus komisariat IAEI dari berbagai perguruan tinggi.
Musyawarah Wilayah dipimpin oleh Dr. H. Muhammad Irwan, MP, akademisi dari Universitas Mataram, melaksanakan proses demisioner pengurus periode sebelumnya (2023-2025) yang diketuai oleh Prof. Dr. KH. Zaidi Abdad. Selanjutnya, secara resmi memilih Prof. Dr. Baiq Elbadriati sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah IAEI NTB Periode 2026-2030.
Selain itu, Musyawarah Wilayah juga menghasilkan beberapa rumusan program strategis dan rekomendasi penting. Fokus utamanya adalah bersinergi dengan pemerintah dan instansi terkait untuk mewujudkan wisata halal dan industri halal NTB yang mendunia, termasuk pembentukan percontohan Desa wisata halal.
"Kami berkomitmen penuh untuk mendukung pengembangan ekonomi syariah di NTB melalui kajian, riset, dan pengabdian kepada masyarakat," ujar Prof. Dr. Baiq Elbadriati, Ketua Umum IAEI NTB terpilih untuk periode 2026-2030.
Acara ini turut dihadiri oleh para penasihat DPW IAEI NTB, seperti Prof. Dr. H. Mansur Afifi, Prof. Dr. H. Amir Aziz, dan Prof. Dr. H. Muslihun. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Mansur Afifi menekankan pentingnya peran aktif IAEI NTB untuk bersinergi dengan semua pihak melalui kajian dan riset demi memajukan ekonomi syariah di NTB.
Komisariat yang hadir meliputi UIN Mataram, Unram, Universitas Bumi Gora, Universitas Islam Azhar Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram, STIE AMM Mataram, UNU NTB, IAI Nurul Hakim, IAI Qamarul Huda, dan STISDAFA Mataram.
"Muswil ini merupakan momentum penting bagi IAEI NTB untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ekonomi Islam di NTB. Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah Daerah dan instansi lainnya untuk mewujudkan wisata halal dan industri halal yang mendunia," tambah Prof. Dr. Baiq Elbadriati.


