Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) terus memperkuat konsolidasi pengembangan ekonomi syariah di berbagai daerah melalui pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) IAEI Provinsi Jambi dan Komisariat IAI Syekh Maulana Qori Bangko yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional Ekonomi Islam bertema “Inovasi dan Edukasi Ekonomi Islam di Era Digital Dalam Mewujudkan Generasi yang Unggul, Sejahtera, Bahagia dan Mantap”. Kegiatan ini diselenggarakan di Rumah Dinas Gubernur Jambi pada Rabu (3/6) dan dihadiri oleh Gubernur Jambi, para akademisi, praktisi, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan ekonomi syariah di Provinsi Jambi.
Dalam sambutannya, Dr. H. Al Haris selaku Gubernur Jambi dan Ketua Dewan Pembina DPW IAEI Jambi menyampaikan apresiasi atas kehadiran IAEI sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis potensi unggulan daerah. “Jambi memiliki potensi besar pada sektor pertanian, perkebunan, UMKM, industri pangan, dan ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan melalui pendekatan ekonomi syariah,” ujar Gubernur.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal IAEI, Dr. Sutan Emir Hidayat, menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat ekonomi syariah dunia. Bonus demografi dan transformasi digital harus dimanfaatkan untuk melahirkan generasi muda yang unggul, inovatif, dan mampu menjadi penggerak ekonomi syariah masa depan.
Sutan Emir juga menyoroti besarnya peluang pasar halal global. Konsumsi masyarakat muslim dunia pada sektor halal telah mencapai sekitar USD 2,43 triliun dan diproyeksikan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi daerah-daerah potensial seperti Jambi untuk mengembangkan halal value chain berbasis keunggulan lokal.
“Jambi memiliki modal yang sangat kuat. Potensi sektor perkebunan, pertanian, UMKM, pesantren, dan perguruan tinggi dapat diintegrasikan menjadi ekosistem ekonomi syariah yang produktif dan berdaya saing. Karena itu, IAEI Jambi harus hadir sebagai pusat kolaborasi, literasi, riset, dan inovasi ekonomi syariah di daerah,” tambah Sutan Emir.
Dalam kesempatan tersebut, Sutan Emir juga menyampaikan pesan Ketua Umum IAEI, Prof. Nasaruddin Umar, yang menekankan pentingnya menjadikan IAEI sebagai wadah kolaborasi nasional untuk memperkuat kontribusi ekonomi syariah terhadap pembangunan bangsa. Ketua Umum IAEI mendorong seluruh pengurus daerah untuk aktif membangun sinergi dengan pemerintah, perguruan tinggi, industri, pesantren, dan komunitas masyarakat guna memperluas dampak ekonomi syariah bagi kesejahteraan umat.
Pelantikan tersebut menandai terbentuknya kepengurusan DPW IAEI Jambi yang dipimpin Dr. Rafidah selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dan memiliki struktur kuat dan representatif, dengan melibatkan unsur akademisi, profesional, praktisi industri, regulator, serta tokoh masyarakat yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di daerah. Pengurus DPW IAEI Jambi diharapkan menjadi momentum konsolidasi dan akselerasi pengembangan ekonomi syariah di tingkat daerah, sekaligus memperkuat peran Jambi dalam mendukung agenda nasional pengembangan industri halal, keuangan syariah, serta pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.



-extra_small.jpg)