Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) kembali memperkuat sinergi pengembangan sumber daya manusia ekonomi syariah melalui penerimaan kunjungan dari Wakil Dekan III FEBI UIN Palangka Raya, Bapak Wahyu Akbar, M.E., dengan agenda utama membahas pembentukan komisariat IAEI di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Dewan Pengurus Pusat IAEI tersebut, diterima oleh Bapak Assoc. Prof. Sutan Emir Hidayat, P.hD., selaku Sekretaris Jenderal dan Ibu Mega Oktaviany, Ph.D., selaku sekretaris Bidang Pengembangan Organisasi, Pembinaan Wilayah dan Komisariat pada Selasa, 31 Maret 2026.
Kunjungan berjalan dalam suasana yang hangat, dengan pembahasan utama tentang bagaimana membangun fondasi kelembagaan yang formal secara struktur, dan tetap hidup dalam aktivitas mahasiswa sehari-hari. Dalam pemaparannya, Sutan Emir Hidayat menyoroti bahwa inisiatif pembentukan komisariat ini memiliki arti yang cukup penting, terutama dalam konteks perluasan jejaring IAEI di Kalimantan Tengah. “Ini akan menjadi pembentukan komisariat pertama di Kalimantan Tengah, ujar Sutan Emir Hidayat”.
Sementara itu, Mega Oktaviany menyoroti pentingnya kesinambungan antar organisasi di tingkat kampus. Organisasi seperti KSEI dan FoSSEI dinilai berperan penting sebagai ruang kaderisasi awal, dan IAEI dapat menjadi jembatan menuju jejaring profesional yang lebih luas. Kolaborasi antar organisasi ini menjadi kunci agar gerakan ekonomi syariah di kalangan mahasiswa tidak berjalan sendiri-sendiri. Bahkan kekuatan utama komisariat selain pada struktur organisasi, adalah pada kemampuan menggerakkan komunitas mahasiswa, “KSEI dan FoSSEI bisa menjadi fondasi awal pembinaan IAEI di kampus, sehingga arah geraknya lebih terstruktur dan berkelanjutan,” tegas Mega Oktaviany.
Selain itu, Komisariat IAEI yang terbentuk diharapkan tidak hanya aktif di dalam kampus, tetapi juga membangun relasi eksternal sejak awal dengan berbagai lembaga ekonomi di daerah, seperti Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), pemerintah daerah, serta industri keuangan. Pendekatan ini dinilai penting untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih konkret, mulai dari kegiatan edukasi, riset, hingga program pemberdayaan masyarakat.
Dari sisi UIN Palangka Raya, Wahyu Akbar menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari IAEI. Pihaknya mengungkapkan rasa terima kasihnya karena kunjungan ini diterima dengan sangat baik dan terbuka. Lebih dari itu, juga menegaskan bahwa inisiatif ini tidak terlepas dari semangat pribadinya sebagai alumni ekonomi syariah, dorongan untuk berkontribusi dalam membangun Kalimantan Tengah, serta dukungan dari Rektor UIN Palangka Raya, Prof. Dr. H. Ahmad Dakhoir, M.H.I., Wahyu melihat bahwa penguatan jejaring seperti IAEI menjadi awal yang cukup penting agar potensi daerah dapat berkembang lebih optimal melalui pendekatan ekonomi syariah. “Semoga dengan adanya komisariat IAEI UIN Palangka Raya, ini dapat menjadi pionir dan katalisator untuk dapat membangun ekonomi syariah di Kalimantan Tengah” ungkap Wahyu Akbar.
Agenda pertemuan ini tidak sebatas pada pembahasan konseptual, tetapi juga langkah konkret untuk penguatan basis komunitas mahasiswa, pemetaan potensi kolaborasi regional, dan perancangan program kerja yang relevan dengan kebutuhan daerah. Kunjungan ini menjadi penanda bahwa pengembangan ekonomi syariah tidak bisa hanya bertumpu pada kebijakan atau institusi besar, tetapi juga membutuhkan gerakan yang tumbuh dari kampus dan komunitas mahasiswa. Dengan adanya inisiatif pembentukan komisariat ini, UIN Palangka Raya diharapkan dapat menjadi salah satu titik awal lahirnya ekosistem ekonomi syariah yang lebih inklusif dan berkelanjutan di wilayah Kalimantan Tengah.

-extra_small.jpg)
