Sebagai wujud nyata dari langkah IAEI Jawa Timur merambah panggung internasional, Komisariat Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan berhasil ambil bagian dalam The 2nd International Conference on Islamic Thought (ICIT) 2026 bertema "Islamic Financial Literacy for Sustainable Development." Konferensi yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom pada Selasa, 5 Mei 2026 ini diikuti 258 peserta dari berbagai negara, mulai Thailand hingga Kenya, dengan 105 pemakalah yang mempresentasikan 65 makalah dalam empat ruang diskusi paralel. Capaian ini merupakan buah kolaborasi antara IAI Al-Khairat Pamekasan, Aflatoun International, Komisariat IAEI IAI Al-Khairat Pamekasan, DPW IAEI Jawa Timur, LekDIS Nusantara Indonesia, dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA).
Membuka forum ini, Bapak Roeland Monasch, Chief Executive Officer Aflatoun International, menekankan bahwa tantangan terbesar dalam pendidikan keuangan bukan hanya soal akses, melainkan bagaimana pendidikan tersebut relevan dengan latar belakang sosial, budaya, dan nilai peserta didik. Menurutnya, generasi muda Muslim membutuhkan pendekatan yang tidak hanya terbuka, tetapi juga selaras dengan nilai-nilai yang mereka yakini. "Penyelenggaraan ICIT menjadi contoh konkret bagaimana pendekatan inklusif tersebut dapat diwujudkan dalam praktik," ujarnya.
Menyambung semangat tersebut, Dr. Ali Ridho, Rektor IAI Al-Khairat Pamekasan, menegaskan bahwa konferensi ini bukan sekadar ajang akademik, melainkan ruang strategis untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi lintas negara dalam pengembangan keuangan syariah. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghadirkan keuangan syariah tidak hanya sebagai disiplin ilmu, tetapi juga sebagai praktik yang relevan bagi masyarakat. "Keuangan syariah adalah sistem praktis yang menjunjung tinggi prinsip keadilan, transparansi, dan kesejahteraan sosial. IAI Al-Khairat Pamekasan berkomitmen membekali mahasiswa dengan pemahaman teoretis sekaligus keterampilan praktis di bidang ini," tegasnya.
Menutup rangkaian acara, Dr. H. Mawardi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan, menyoroti peran strategis lembaga pendidikan Islam dalam membangun pemahaman ekonomi syariah yang komprehensif di kalangan generasi muda. Ia menegaskan bahwa pendidikan berfungsi bukan hanya sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang internalisasi nilai-nilai ekonomi Islam yang berkeadilan dan berorientasi pada kesejahteraan. "Semoga hasil konferensi ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengambilan kebijakan di masa depan," harapnya.
Antusiasme peserta turut menjadi catatan tersendiri dalam forum ini. Dr. Aang Kunaifi, Ketua Panitia sekaligus Ketua Komisariat IAEI IAI Al-Khairat Pamekasan 2026-2031, menyampaikan bahwa para peserta mengikuti seluruh rangkaian acara dari pukul 10.00 hingga 16.00 WIB dengan penuh semangat dan tertib. Senada dengan itu, Suryadi Syahrum, Aflatoun Program Coordinator dari LekDIS Nusantara Indonesia, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya the 2nd ICIT 2026 yang dinilainya sebagai ajang kolaborasi global yang efektif dan membanggakan.
Sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi para peserta, panitia menyiapkan penghargaan dalam tiga kategori, yaitu Best Presenter, Best Paper, dan Best Engagement, yang masing-masing akan diberikan kepada tiga pemenang terbaik. Nama-nama pemenang akan diumumkan resmi pada Jumat, 8 Mei 2026 melalui laman web IAI Al-Khairat. Konferensi ini juga membuka peluang publikasi pada jurnal-jurnal bereputasi, mulai dari Sinta 2 hingga jurnal internasional, sebagai upaya memperluas dampak akademik dari forum kolaborasi global ini.



