Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan sukses menyelenggarakan seminar nasional bertajuk “Optimasi Peran Bank Indonesia dan OJK dalam Mengendalikan Dampak Inflasi” pada hari Senin, 4 Mei 2026. Kegiatan ini berlangsung di Perpustakaan Lantai 3 kampus UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan dan dihadiri sekitar 150 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen.
Seminar ini menghadirkan narasumber dari otoritas keuangan nasional, yakni perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal yang diwakili oleh Manajer Literasi dan Edukasi Bapak Kukuh Harisman, serta perwakilan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Tegal, Bapak Mas Agung selaku Kepala Data. Diskusi dipandu oleh moderator, Dr. Hj. Karima Tamara, M.Si., yang mengarahkan jalannya seminar secara interaktif dan dinamis.
Ketua IAEI UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Rinda Asytuti,MSi dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam meningkatkan literasi keuangan di kalangan masyarakat, baik secara akademik maupun non-akademik.
“Seminar nasional ini menjadi langkah konkret IAEI untuk mendukung peningkatan pemahaman masyarakat terhadap isu-isu ekonomi, khususnya terkait inflasi yang saat ini semakin terasa dampaknya dalam perekonomian nasional,” ujar Rinda.
Ia juga menyoroti kondisi global yang memengaruhi stabilitas ekonomi, termasuk meningkatnya konflik geopolitik seperti perang antara Israel dan Iran, yang berdampak pada kenaikan harga energi dan bahan baku produksi berbasis minyak, seperti plastik dan turunannya. Selain itu, tekanan ekonomi juga tercermin dari melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta nilai tukar rupiah yang menyentuh titik terendah dalam satu dekade terakhir.
“Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku ekonomi, sehingga berdampak pada menurunnya minat investasi. Oleh karena itu, peran otoritas keuangan seperti OJK dan Bank Indonesia menjadi sangat penting dalam menjaga stabilitas ekonomi,” lanjutnya.
Selanjutnya wadek III bapak Muhammad Sulthoni, P.hD menyatakan Terima kasih atas kerjasama yg terjalin antara IAEI dan FEBI UIN KH Abdurrahman Wakhid Pekalongan. Menjadi penting mencermati perubahan ekonomi negara bagi mahasiswa baik secara makro maupun mikro. BI dan OJK sebagai lembaga otoritatif negara berkewajiban menjaga stabilitas makroprudensial dan mikroprudensial. Hal ini penting karena pengetahuan ini akan membuat mahasiswa dapat mengerti kondisi perekonomian indoensia secara baik
Melalui seminar ini, Rinda berharap mahasiswa dapat memperoleh wawasan yang komprehensif mengenai bagaimana fenomena inflasi harus dikelola secara strategis oleh otoritas Jasa Keuangan dan bank sentral. Dengan demikian, stabilitas dan ketahanan ekonomi Indonesia dapat terus terjaga di tengah dinamika global yang penuh tantangan.
Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi yang konstruktif antara akademisi dan praktisi dalam merespons isu ekonomi terkini, sekaligus memperkuat sinergi dalam membangun literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.




