Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (DPW IAEI) Jawa Tengah mendorong penguatan kolaborasi antara organisasi, pemerintah daerah, perguruan tinggi, regulator, dan masyarakat untuk mempercepat pengembangan ekonomi syariah. Sinergi tersebut menjadi salah satu fokus dalam agenda rapat kerja dan pengesahan program kerja DPW IAEI Jawa Tengah.
Ketua DPW IAEI Jawa Tengah, Prof. Naelati Tubastuvi, menekankan pentingnya menyusun program kerja yang tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Program kerja IAEI Jawa Tengah perlu diarahkan untuk memperluas literasi ekonomi syariah, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan,” ujar Prof. Naelati.
Sementara itu, Prof. Jajang W. Mahri selaku Ketua Bidang Pengembangan Organisasi, Pembinaan Wilayah dan Komisariat, menyoroti pentingnya konsolidasi organisasi dari tingkat pusat, wilayah, hingga komisariat perguruan tinggi. IAEI memiliki peran strategis dalam menghasilkan riset, rekomendasi kebijakan, dan gagasan inovatif untuk mendukung pengembangan ekonomi syariah.
Prof Jajang juga mendorong penguatan kolaborasi program literasi bersama Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya, untuk memperluas jangkauan edukasi dan pemahaman masyarakat mengenai ekonomi dan keuangan syariah.
Penguatan jaringan komisariat di perguruan tinggi turut menjadi agenda strategis. Melalui pembekalan dan fasilitasi pembentukan komisariat, IAEI diharapkan semakin mampu melibatkan dosen, peneliti, dan mahasiswa dalam pengembangan ekonomi syariah melalui riset, edukasi, advokasi kebijakan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dari sisi kelembagaan, Prof. Jajang juga menekankan pentingnya dukungan pendanaan dan partisipasi anggota, termasuk melalui pengelolaan iuran keanggotaan yang terencana dan transparan. Hal ini diperlukan untuk menjaga keberlanjutan program dan memperkuat kemandirian organisasi.
Senada dengan hal tersebut, Prof. Wisnu Untoro selaku Ketua Dewan Pembina DPW Jawa Tengah, mengingatkan pentingnya menjaga semangat kolaborasi dan gotong royong antar pengurus. Menurutnya, keberlanjutan organisasi membutuhkan semangat pengabdian, kontribusi pemikiran, dan dukungan sumber daya dari seluruh anggota. Dengan demikian, aktivitas IAEI tidak berhenti pada agenda kelembagaan, tetapi menjadi bagian dari upaya memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat.
Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, IAEI Jawa Tengah diharapkan dapat memperkuat peran akademisi dan praktisi dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.


