Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) melantik pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan sejumlah Komisariat IAEI di Sumatera Barat untuk memperkuat kontribusi organisasi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di daerah. Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Anggun Nan Tongga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sumatera Barat, Selasa (27/10).
Kegiatan diawali pembacaan Surat Keputusan (SK) oleh Delyuzar Syamsi, Pengurus Bidang Pengembangan Organisasi, Pembinaan Wilayah dan Komisariat IAEI. Selanjutnya, Sekretaris Jenderal IAEI, Dr. Sutan Emir Hidayat, memimpin prosesi pelantikan pengurus.
Pelantikan dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, selaku Ketua Dewan Penasihat DPW IAEI Sumatera Barat, serta Deputi KPwBI Provinsi Sumatera Barat, Andy Setyo Biwado.
Dalam arahannya, Sekjen IAEI berharap kepengurusan yang baru dilantik dapat memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem ekonomi dan keuangan syariah, mulai dari Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), industri keuangan, hingga pemerintah.
“Semangat kita adalah semangat kolaborasi. Kita bersinergi dengan semua stakeholder, pemerintah, Bank Indonesia, KDEKS, pesantren, dan kampus,” ujar Sutan Emir.
Ia juga mengajak pengurus IAEI Sumatera Barat untuk memberikan sumbangsih pemikiran dan inovasi dalam memajukan ekonomi dan keuangan syariah. Potensi daerah, menurutnya, perlu dikembangkan melalui program kolaboratif yang menghubungkan keilmuan, kebijakan, dan praktik usaha agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi menekankan pentingnya peran IAEI sebagai mitra pemerintah dalam mengembangkan ekonomi syariah di daerah.
“Kami berharap IAEI dapat terus bersinergi dengan pemerintah dalam mengembangkan ekonomi syariah di Sumatera Barat, terutama melalui kajian, penelitian, dan rekomendasi kebijakan yang sesuai dengan potensi daerah serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Mahyeldi.
Dukungan terhadap penguatan ekosistem tersebut juga disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Andy Setyo Biwado. Kolaborasi antara IAEI dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat memperluas kontribusi pendidikan, penelitian, serta inovasi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.
Sementara itu, Ketua DPW IAEI Sumatera Barat, Prof. Ahmad Wira, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para pengurus yang dilantik. Ia mengajak seluruh pengurus untuk menjalankan amanah organisasi dengan mengedepankan tiga semangat utama, yaitu kolaborasi, inovasi, dan berdampak.
Ketiga semangat tersebut diharapkan menjadi landasan dalam merancang dan melaksanakan program kerja agar kehadiran IAEI semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan pemangku kepentingan ekonomi syariah.
Pelantikan ini mencakup kepengurusan DPW IAEI Sumatera Barat dan sejumlah komisariat perguruan tinggi meliputi Universitas Andalas, STAI YASTIS Padang, STAI Ar Risalah, STAI YDI Lubuk Sikaping, UPI YPTK Padang, UIN Imam Bonjol, dan Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Barat.
Penguatan struktur organisasi hingga tingkat kampus diharapkan memperluas ruang kolaborasi akademisi, peneliti, mahasiswa, pemerintah, dan pelaku industri dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.
Melalui penguatan kepengurusan wilayah dan komisariat, IAEI diharapkan semakin berperan dalam menjembatani pemikiran akademik, kebijakan pemerintah, dan kebutuhan industri. Kolaborasi yang terarah diharapkan mampu mendorong pengembangan ekonomi pesantren, wisata ramah muslim, serta berbagai sektor potensial lainnya sebagai bagian dari penguatan ekonomi dan keuangan syariah di Sumatera Barat.




-extra_small.jpg)