Wakil Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Prof. Irfan Syauqi Beik, menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor kunci bagi Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai salah satu pusat ekonomi syariah global. Menurutnya, besarnya populasi Muslim, pertumbuhan aset, dan dukungan regulasi belum cukup tanpa ditopang SDM yang kompeten dan mampu menjawab kebutuhan industri. Hal tersebut disampaikan pada Webinar Ready to Compete: SDM Ekonomi Syariah Indonesia di Tengah Persaingan Global, yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom, Selasa (1/9).
Prof. Irfan menyoroti data learning-adjusted years of schooling yang menunjukkan kesenjangan antara lama pendidikan dan kualitas pembelajaran. Rata-rata lama pendidikan di Indonesia mencapai 12,4 tahun, namun setelah disesuaikan dengan kualitas pembelajaran setara sekitar 7,8 tahun. “Ini menjadi salah satu tantangan yang ujung-ujungnya berimplikasi pada penurunan produktivitas sumber daya yang kita miliki. Ini PR yang sangat luar biasa,” tegas Prof. Irfan.
Menurut Prof. Irfan, penguatan SDM ekonomi syariah telah menjadi bagian dari agenda kebijakan nasional melalui RP3SI 2023–2027, Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia, RPJMN, dan RPJPN. Hingga Mei 2026, sebanyak 23 provinsi dan 182 kabupaten/kota telah mengadopsi indikator ekonomi syariah dalam perencanaan pembangunan daerah. Namun, implementasinya perlu ditopang SDM yang kompeten.
“Keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada kapasitas SDM. Karena itu, kita perlu memperkuat pendidikan dan sertifikasi kompetensi, mempererat kolaborasi industri dan perguruan tinggi, serta mendorong riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan kebijakan dan industri,” ujar Prof. Irfan.
Pengalaman Indonesia dalam pengembangan SDM ekonomi syariah juga mulai mendapat perhatian di tingkat global. Prof. Irfan mencontohkan misinya di Sokoto, Nigeria, dalam memberikan pelatihan capacity building, yang menunjukkan bahwa pengalaman Indonesia berpotensi berkontribusi bagi penguatan ekosistem ekonomi syariah, baik di dalam negeri maupun di tingkat global.




